Selasa, 18 Juni 2013

Semangat Baru

Salakan, tahun pelajaran baru semangat baru, itulah yang menjadi slogan yang dibuat oleh......orang-orang yang merubah demi masa depan kita semuanya...... insya Allah dengan memiliki semangat yang baru dan press"Sesungguhnya dalam penciptan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Rabbana, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka""

Senin, 17 Juni 2013

BBM Naik

 Bismillahir Rahmanir rahim
kenaikan BBM membuat masyarakat semakin tercekik dengan kebutuhan, baik kebutuhan rumah tangga, kebutuhan pribadi maupun kebutuhan lain-lainnya. sehingga semakin tidak peduli lagi pemerintah terhadap rakyatnya.  

Jumat, 17 Mei 2013

Hikmah Kehamilan Sembuhkan Segala Keluhan

Sebagai perempuan muda berusia 20 an tahun, di zaman sekarang mungkin masih terlalu muda untuk punya anak dan mengandung. Akan tetapi, saya yakin bahwa kehamilan adalah anugrah dari yang maha Kuasa, titipan dan kepercayaan untuk mendidik generasi baru.

Banyak kehawatiran yang muncul pada benak ibu-ibu muda saat mengandung, terutama masalah karier, kuliah dan keuangan. Tapi bagi saya itu cuma sebatas kehawatiran, bayangan, dan ketakutan akan masa depan yang terus syaitan bisikan pada saya. Ketika dijalani, semua baik-baik saja :), itulah hikmah husnudzon pada Allah.

Dibalik ini semua banyak hikmah yang saya dapatkan, yang pasti hikmah utama adalah punya momongan :).
Anak adalah pemberian Allah yang berharga, jika kita mampu mendidiknya menjadi anak yang shaleh, ia adalah salah satu dari 3 investasi kita di alam kubur (amal jariyah, ilmu, dan ank yg sholeh), dimana semua kebaikan akan terus mengalir meski kita sudah meninggal,,,, :)

Hehehe,,nah loh kok manjang keluar judul???
Itu sekedar prolog, artikel ini saya mau bahas tentang hikmah2 kehamilan yang kini sedang saya rasakan :)
cekidot..

1. Kehamilan menyembuhkan penyakit kulit (Jerawat)
Sebenarnya masalah jerawat itu ada beberapa penyebab, yaitu hormon dan bakteri, saya akan bahas seputar hormon. Nah,,, tahukah kita bahwa wanita hamil memproduksi hormon estrogen 15 kali lebih banyak dibanding wanita normal. Kenapa estrogen?
Estrogen diproduksi wanita hamil lebih banyak karena punya fungsi penting yaitu memicu hormon-hormon lain yang dibutuhkan janin. Hubungannya sama jerawat? Nah si "Estrogen" ini meningkatkan jumlah dan ukuran pembuluh-pembuluh darah ibu, supaya janin terjamin dapet nutrisi yang banyak. Terbukanya aliran darah ini membuat kulit ibu mulus, bersinar, dan jerawat pun hilang...subhanalloh ya,,, dan estrogen yang sebanyak ini,,, cuma ada saat perempuan sedang mengandung.
2.  Jarang sakit
Masih seputar estrogen, hormon ini juga meningkatkan produksi sel darah putih yang berfungsi sebagai sistem imun (pertahanan tubuh terhadap infeksi). Kalau tadinya saya sering sakit-sakitan, sekarang jarang mengeluh sakit karena infeksi flu atau apapun.
3. Tekanan darah menjadi normal
Nah kalo ini sich spesial buat saya, karena dulu tekanan darah saya rendah sampai 90/60, dengan adanya janin tekanan darah saya berangsur-angsur normal. :)
Nah itu sich 3 dari banyak hal yang saya rasakan selama hamil,,, kalau ada orang bilang hamil itu kucel, banyak ngeluh, itu kurang tepat...
Hamil itu kebahagiaan, wajah semakin bersinar, badan ga gampang sakit, pokoknya buat pembaca yg lagi hamil,,,, happy-happy aja ^^

cara belajar yang baik

Belajar merupakan satu-satunya cara untuk membawa bangsa ini ke tingkat yang lebih baik, semakin banyak yang pandai di negara ini maka perekonomian juga akan membaik. Supaya menjadi pandai kita dituntut untuk belajar. Dengan belajar tidak hanya pandai yang akan kita dapat namun juga kemudahan dalam mencari pekerjaan karena nilai raport kita baik. Masih adakah diantara kamu yang belajar karena iming-iming dari orang tua? Misalnya jika kamu dapat ranking maka orang tua akan membelikan sesuatu atau apalah namanya. Siapapun anda hal itu bukanlah hal yang baik, ingatlah jika belajar di niati dengan niat karena ingin mencari ridho Allah disamping kita pinter insya Allah kita juga bisa mendapat pahala. Kalau belajar karena ada iming-iming dari orang tua itu namanya bukan untuk mencari ridho Allah namun mencari hadiah yang akan kita dapatkan jika kita bisa mendapat nilai yang baik. Barang siapa yang menuntut jalan yang padanya dia menuntut ilmu, maka Allah menuntunnya jalan ke surga. Apakah kamu tidak ingin masuk surga? Tentu semua orang menginginkan untuk masuk surga kecuali orang-orang yang tidak berakal. Perlu diingat bahwa belajar juga membutuhkan strategi, berikut strateginya:


  • Berdoa dulu sebelum belajar supaya diberi kemudahan oleh Allah, jangan kalah sama anak TK mereka sebelum mulai pelajaran disekolah pasti berdoa dulu.
  • Cari tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, asal jangan dikuburan ya sob..:D
  • Jauhkan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi belajar, contohnya TV, HP,FB,Twitter, dan lain sebagainya. (blogger tidak termasuk :D)
Kalian bertanya kenapa hanya ada 3? Ya, buat apa banyak-banyak jika toh maksud atau kesimpulannya sama. Mending sedikit tapi penuh arti, oke good luck selamat belajar.

Karakter guru yang baik

Karakter guru yang baik- Guru merupakan sumber utama bagi semua murid untuk mendapatkan ilmu, segala tingkah laku guru akan menjadi teladan bagi muridnya, untuk itu seorang guru haruslah bersikap bijak dan tidak mementingkan kepentingan sendiri. Cerdas dan pintar belum bisa menjadikan seorang guru bisa dikatakan baik, yang mampu membuat guru dianggap baik oleh muridnya adalah apabila ia cerdas, pintar, disiplin, pengertian, tidak galak, dan yang paling penting humoris. Seorang guru juga dituntut untuk berperilaku adil terhadap murid-muridnya, meskipun anak kandungnya sekolah ditempat ia bekerja maka tak bisa dijadikan alasan utnuk membeda-bedakan status murid karena semuanya sama dan semuanya ingin mendapatkan ilmu yang sama pula. Berikut ini adalah beberapa karakter guru yang baik dan disenangi murid:

1. Humoris
Hal ini menjadi aspek utama.Mungkin anda bukanlah seorang penghibur, namun anda juga harus tau bahwa murid juga memerlukan hiburan. Guru bisa menyelingi mata pelajarannya dengan guyonan atau bercerita, disamping akan mencairkan suasana dan membuat hubungan lebih akrab antara guru dan murid hal ini juga akan membuat sitasis menjadi segar kembali sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan dan mudah dicerna.

2. Pengertian
Seorang guru haruslah pengertian kepada muridnya. Seorang murid pada umumnya masih berusia remaja, dalam usia ini menjadi puncak-puncaknya kenakalan remaja. Seorang guru yang baik akan selalu sabar (namun tegas) jika melihat muridnya melakukan kesalahan seperti membolos maupun lupa mengerjakan PR.

3. Tak mudah sakit hati
tak seperti kita yang sudah tua, murid kita cenderung masih muda dan emosinya masih labil. Hal ini biasanya membuat mereka cepat emosi dan marah, kadangkala mereka mengeluarkan perkataan kotor terhadap guru, namun bersabarlah dan sembunyikan rasa sakit hatimu dekati dia dan sadarkan bahwa dia salah.

4. Memberi motivasi
Berikanlah motivasi kepada murid, ingatlah bahwa mereka calon penerus bangsa, tanpa adanya mereka tidak akan ada yang meneruskan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.

5. Tak telat dan disiplin
Guru menjadi contoh bagi muridnya, jika gurunya saja sudah telat, tak disiplin, baju tak dimasukkan, tak rapi, duduk di meja, sering memberi pelajaran kosong dan lain-lain lalu apa yang terjadi dengan muridnya? Ingat guru di gaji bukan untuk seperti itu, melainkan untuk mendidik murid supaya menjadi generasi penerus yang membanggakan, jangan sampai anda memakan gaji haram.

6. Tak mudah emosi
Jangan mudah terpancing untuk marah, memang murid-murid selalu saja membuat ulah setiap harinya, contohnya saja memakai celana tak standar (pensil), rambut gondrong (panjang dan tak sopan), tak menghargai saat ada orang berbicara, bicara sendiri saat diterangkan, tak mengerjakan PR dan masih banyak lagi. Anda boleh saja marah, namun jangan sampai kemarahan anda membuat murid menjadi takut dan akhirnya membenci mata pelajaran yang anda ajarkan. Untuk itu jika memang sebaiknya anda marah maka marahlah dalam tingkat yang wajar saja.

7. Bersahabat dengan murid
Seorang guru akan lebih baik jika ia bisa lebih kenal dan bersahabat dengan muridnya. Semakin akrab seorang guru dengan murid maka proses belajar dan mengajar akan semakin lancar. Jika anda akrab dan dekat dengan murid maka murid akan tak takut lagi bertanya jika dia belum paham sesuatu dari pelajaran yang anda ajarkan.

8. Tak menyamakan murid seperti dirinya
Ada seorang guru yang menganggap bahwa orang lain itu sama dengan dirinya, padahal hal itu tidaklah benar. Mungkin saat anda menyuruh murid untuk hafalan dalam waktu 2 jam dan anda menemui ada murid yang masih belum hafal anda akan memarahinya, inilah yang salah dari serang guru. Seorang guru harusnya mengerti bahwa tingkat otak manusia itu berbeda-beda, ada yang cepat dan ada yang lambat. Untuk itu menjadi guru haruslah ekstra sabar.

Guru....

guru sebagai EMASLIM.  Artinya guru sudah memahami tugas dan fungsinya, sebagai educator sampai motivator.  Itu adalah tugas atau fungsi guru.  Jadi tugas guru tidak hanya mengajar dalam pengertian menjelaskan materi ajar, memberi tugas, memberikan tugas dan sebagainya. Itu hanya salah satu tugas guru, yaitu sebagai pengajar.  Guru masih memiliki tugas lain dan lengkapnya yaitu EMASLIM.

Lantas apa hubungannya dengan ungkapan bad teacher tells, good teacher shows, great teacher inspires?   Ungkapan ini merupakan kegiatan guru saat menjalankan tugas dan fungsinya.  Jika saat mengajar, membimbing serta tugas lainnya, guru hanya bercerita “begini dan begitu” maka yang bersangkutan tergolong guru yang kurang baik.  Jika guru mampu memberikan contoh bagaimana melakukan sehingga menjadi teladan itulah guru yang baik.  Jika kemudian mampu memberi inspirasi kepada siswanya, sehingga siswa terdorong melakukan itu tanpa disuruh/diawasi bahkan terdorong berbuat lebih baik, itulah yang disebut memberi inspirasi.  Dan guru yang mampu memberi inspirasi itulah guru yang hebat.

Ketika mendapat penjelasan itu, masih ada peserta yang bertanya.  “Ya pak, itu akan seakan dampak dari bagaimana guru mengajar dan membimbing murid”.  “Lantas untuk dapat berbuat seperti itu apa modal yang diperlukan guru?”.  Saya senang mendapat pertanyaan itu, karena menunjukkan yang bersangkutan ingin belajar.  Oleh karena itu, saya mencoba menjelaskan dengan rinci sebagai berikut.  Saya teringat methapora yang digunakan oleh Gus Ipul (Wakil Gubernur Jawa Timur) sehingga saya gunakan sebagai contoh.

Kalau ingin menjadi guru yang baik, diperlukan empat bekal pokok.  Pertama, harus pandai.  Harus “lebih pandai dari siswanya”.   Jika guru kalah pintar dengan murid, dapat dibayangkan guru tersebut tidak akan dihormati atau bahkan disepelekan.  Guru yang pandai akan membuat murid percaya dan bahkan berwibawa di hadapan murid.  Wibawa karena kepandaian akan memberikan dampak besar dalam proses belajar mengajar.  Siswa akan memperhatikan penjelasan guru.   Siswa akan mengerjakan serius tugas yang diberikan guru.

Namun guru yang pandai itu tidak cukup, maka bekal yang kedua dan ini sangat penting, yaitu guru harus siap dan berusaha sungguh-sungguh membuat muridnya lebih pandai dari dia sendiri.  Artinya sang guru harus berusaha membuat muridnya lebih pandai dari dirinya.  Berarti sang guru harus siap “dikalahkan” oleh muridnya.  Jangan sampai seperti cerita guru silat, yang konon selalu “menyembunyikan” jurus pamungkas agar tidak dikalahkan oleh muridnya.

Konskwensi dari syarat kedua tadi, maka dalam proses belajar mengajar guru harus siap didebat oleh murid.  Mengapa demikian?  Karena ketika siswa didorong dan dimotivasi untuk belajar keras, mencari informasi dari segala sumber dan menggunakan pola pikir lateral, sangat mungkin siswa memiliki gagasan dan pendapat yang berbeda dengan gurunya.  Dengan demikian, guru harus siap didebat dan bahkan kalah ketika adu argumen dengan siswa.  Dan, sebenarnya ketika kalah argumen itulah, sang guru telah berhasil.  Artinya, telah berhasil membuat siswanya lebih pandai dari dirinya.

Apakah prinsip tersebut bersifat universal?  Menurut saya, ya.  Kalau siswa lebih pandai dari gurunya, berarti generasi muda lebih pandai dibanding generasi yang lebih tua.  Bayangkan, jika murid lebih “bodoh” dibanding gurunya, berarti generasi muda lebih “bodoh” dibanding generasi sebelumnya.  Berarti akan ada penurunan peradaban bangsa.

Bekal ketiga, meminjam methapora Gus Ipul, ibarat dokter tahu dosis obat yang harus diberikan kepada pasien.  Inilah sebenarnya sari pati dari pedagogik.  Yaitu, tahu bagaimana cara mengajarkan dan membimbing siswanya.  Maksudnya cara mengajar dan membimbing yang sesuai dengan karateristik siswa, materi yang sedang dipelajari dan situasi dan kondisi saat itu.  Guru harus faham karateristik siswa dan karateristik bahan ajar.  Dengan dua dasar tersebut dan dengan bekal ilmu pedagogik yang mumpuni, guru dapat menentukan bagaimana memandu siswa agar dapat belajar dengan optimal.

Bekal ke-empat, adalah kesediaan menjadi panutan atau teladan.  Perilaku keseharian guru harus dapat menjadi contoh bagi murid.  Guru harus bersedia “mengendalikan diri” agar perilakunya layak menjadi teladan siswa.  Apa itu penting?  Sangat penting.  Sudah ada pepatah lama “guru kecing berdiri, murid kencing berlari”.  Artinya, jika ada perilaku guru yang kurang baik, akan ditiru murid dan bahkan lebih jelek lagi. 

Tidak hanya itu.  Jika perilaku guru tidak baik di mata murid dan masyarakat, biasanya rasa hormat yang terbangun oleh ketiga bekal di atas akan hilang.  Wibawa yang terbangun dari kepadaian dan kemampuan mengajar seakan terhapus oleh perilaku yang tercela.  Dan jika hal itu terjadi, ketaatan siswa terhadap arahan guru akan hilang.  Semoga kita memiliki empat bekal tadi dan pada saatnya dapat memberi inspirasi kepada murid kita.  Semoga.

BEKAL YANG HARUS DIMILIKI SESEORANG UNTUK MENJADI GURU YANG BAIK


Dikutip dari buku “Bagaimana Menjadi Guru Supermodel” karya Iqbal N.Az. Penerbit: Karya Pelajar Surabaya

Guru ketika berada di dalam kelas diibiratkan sebagai seorang pedagang yang sedang menjual barang dagangannya. Calon pembelinya adalah siswa-siswinya. Barang dagangannya adalah ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Layaknya seorang pedagang yang akan melakukan promosi apa saja untuk membuat dagangannya laku terjual, gurupun juga demikian. Guru akan melakukan apa saja untuk membuat para siswa-siswinya tertarik pada materi yang diajarkan.
Tanda bahwa barang dagangan guru tersebut laku keras dapat dilihat dari hasil review akhir yang biasanya diletakkan di akhir mata pelajaran. Pada proses review ini, guru biasanya akan menanyakan kembali materi yang telah disampaikan dan memastikan bahwa semua materi telah disampaikan dan dipahami siswa-siswinya.
Ketika dalam proses review tersebut seluruh siswa dapat menjawab pertanyaan dengan sempurna, maka secara tidak langsung hal itu telah menunjukkan bahwa guru tersebut telah sukses berdagang, dan barang dagangannya yaitu ilmunya telah laku terjual. Namun jika masih ada beberapa atau bahkan hampir seluruh siswa ada yang belum paham materi yang disampaikan, makan hal ini secara tidak langsung telah menunjukkan bahwa guru tersebut kurang berhasil dalam berdagang.
Dan bila hal ini terjadi, yang harus dia lakukan adalah mengevaluasi kembali cara berdagangnya, yaitu dengan menyakan banyak hal pada dirinya sendiri. Pertanyaanan yang biasa diajukan dalam proses intorpeksi diri ini biasanya berkutat pada empat hal, yaitu adalah apakah calon pembelinya punya cukup uang untuk membeli barang dagangan atau tidak, atau dengan kata lain apakah harga barang dagangannya terlalu mahal atau tidak, yang kedua yaitu apakah dagangannya telah dikemas dalam wadah yang menarik atau tidak, yang ketiga apakah barang dagangannya telah bervariasi atau monoton, dan yang terakhir adalah apakah barang dagangannya sudah cukup berkualitas ataukah tidak.
Pertanyaan pertama tentang kemampuan pembeli yang disebutkan diatas sebenarnya dimaksudkan untuk menanyakan apakah kemampuan siswa-siswi guru tersebut telah cukup untuk menangkap isi materi ataukah tidak. Yang dimaksudkan dengan harga mahal disini adalah materi yang diajarkan apakah terlalu rumit ataukah terlalu tinggi bagi siswa-siswinya ataukah tidak. Masalah yang dijumpai tentang kesulitan yang berhubngan dengan daya tangkap siswa terhadap mata pelajaran ini biasanya terjadi di sekolah-sekolah yang berada di daerah, atau sekolah swasta dengan fasilitas yang minim. Banyak guru terlalu berharap tinggi bahwa siswa mereka akan mampu menyerap semua materi, padahal input sekolah tersebut tidak terlalu bagus, artinya siswa yang masuk ke sekolah tersebut kemampuan belajarnya masih jauh di bawah standar, andai guru menjumpai masalah seperti ini, maka yang bisa guru lakukan adalah menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Penyesuaian diri ini banyak sekali caranya, yang pertama guru bisa menurunkan Standard Kompetensi yang hendak di capai sehingga anak-anak menjadi lebih mudah menangkap pelajaran karena tingkat kesulitan materi tersebut menurun, akan tetapi cara ini tidak dianjurkan. Yang kedua adalah dengan tetap menggunakan Standard Kompetensi normal namun jumlah tatap mukanya ditambah. Penambahan jumlah tatap muka ini dilakukan untuk mengatasi siswa-siswi yang slow learner, yaitu dengan mengulang lagi materi dalam bentuk remidial teaching atau dengan memperbanyak latihan. Yang ketiga guru tetap mengajar seperti biasa, namun materi yang diajarkan harus disampaikan se-smart dan sesimpel mungkin sehingga siswa yang memiliki masalah belajar ini mampu mengingat materi dengan cepat. Cara yang ketiga inilah yang terberat dilakukan guru karena guru harus dapat merencanakan kegiatan pembelajaran seefektif mungkin. Guru daiharuskan pula menjadi inventor ide-ide probling solving yang berhubungan dengan mata pelajaran siswa
Kemasan barang dagangan yang dimaksud pada pertanyaan kedua disini adalah kemasan materi yang disampaikan, apakah cara dia menyampaikan materi telah dapat membuat siswa-siswinya antusias untuk mendengarkan, seberapa sering dia melemparkan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan berdiskusi, seberapa sering dia melontarkan joke-joke segar namun mendidik, Apabila kekurangannya terletak disini, maka guru tersebut tersebut wajib memberikan catatan dan mencarikan solusinya. Solusi yang ditemukan biasanya berupa metode mengajar simpel namun mudah diingat. Metode ini apabila dipatentan dan dijual maka harganya akan menjadi tak ternilai.
Yang dimaksud variasi barang dagangan pada pertanyaan ke tiga adalah variasi materi yang disampaikan. Artinya seorang guru harus pandai memberikan variasi di dalam kelas. Variasi ini dapat dilakukan dengan mengubah suasana belajar siswa di kelas setiap minggu, atau setiap hari atau setiap durasi waktu tertentu yang kesemuanya bergantung pada guru pengajar. Contoh dari variasi ini adalah penentuan berapa lama materi itu disampaikan, apakah disampaikan dalam satu kali tatap muka, ataukan dua kali, apakah disampaikan dalam model ceramah ataukah kerja kelompok, dan apakah tatanan meja, kursi di kelas di rubah ataukah tidak. Guru yang baik selalu paham akan hal ini, sehingga ketika dia masuk ke dalam kelas, siswa tidak akan mudah untuk menebak apa yang akan mereka kerjakan pada setiap pertemuan karena guru tersebut selalu membawa kejutan-kejutan yang berupa kegiatan belajar yang berbeda.
Sedang inti dari pertanyaan terakhir adalah guru harus dapat mengecek materi yang telah disampaikan kepada siswanya. Apakah materi tersebut sesuai dengan kurikulum, apakah tidak ada kesalahan konsep ketika materi itu disampaikan, dan apakah mutu materi yang disampaikan selevel dengan mutu materi yang disampaikan di sekolah lain. Hal seperti ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh seorang guru yang hanya asal mengajar saja. Butuh kelegawaan untuk menyadari bahwa tugas guru bukan hanya menyampaikan saja, namun juga harus mampu mempertanggungjawabkan apa yang telah disampaikannya.
Seperti pedagang yang memiliki kebutuhan untuk kulakan ketika barang dagangannya habis, seorang gurupun dituntut demikian. Seorang pedagang tidak akan mungkin berjualan jika tidak ada barang yang akan dijual. Ketika kehabisan stok barang dagangan, pedagang tersebut akan kulakan ke distributor atau ke toko grosir. Baru setelah pedagang itu kulakan, ia akan dapat berjualan lagi. Demikian juga seorang guru. Ia tidak akan dapat mengajar dengan baik jika ia hanya mengandalkan pengetahuan yang diterima dari kuliah S1nya saja. Padahal jaman telah berubah. Siswa jaman sekarang lebih hebat dan maju dari siswa jaman dahulu. Jika guru hanya mengandalkan ilmu yang ia dapat di bangku kuliah saja, ia akan disalip siswa-siswinya. Untuk mengatasi ini, guru harus kulakan ilmu baru. Kulakan ini dapat dilakukan dengan membeli buku-buku baru untuk dibaca sampai tuntas. Hal ini sangat baik dilakukan untuk mengetahui perkembangan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan bidangnya. Ia juga bisa mengikuti berbagai kegiatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru seperti seminar dan workshop. Dikusi dengan rekan seprofesi, dengan rekan senior atau dengan pakar sangat membantu proses kulakan ilmu ini. Cara kulakan ilmu yang terakhir dan paling efektif dengan melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Secara umum, ada tiga bekal yang harus dimiliki seseorang untuk dapat menjadi seorang guru yang baik. Tiga hal ini apabila dimiliki seseorang yang bermaksud untuk menjadi seorang guru akan mengantarkan orang ini mendapatkan kesuksesan dalam proses pengajarannya. Tiga bekal yang dimaksud di sini adalah: (1) kompetensi yang cukup (2) kreatifitas yang memadai sehingga gaya mengajarnya guru tersebut bervariasi, dan (3) memiliki sifat ikhlas dan mau mendoakan kesuksesan pada anak didiknya.
Seorang guru tidaklah harus seseorang yang cerdas, brillian, dan mampu menguasai seluk beluk keilmuannya sampai detail. Untuk menjadi guru bahasa Inggris seseorang tidak harus mengetahui segala kosakata yang ada di kamus Oxford, atau juga bagian-bagian perhalaman yang ada di buku grammarnya Betty S. Azar. Demikian juga guru biologi. Dia tidak harus mengetahui semua nama latin tumbuhan yang ada di dunia. Andaikata ada orang yang dapat melakukan ini, ini adalah nilai lebih yang wajib disyukuri. Namun secara umum, menjadi guru tidaklah butuh hal yang terlalu menakjubkan seperti yang telah disebutkan. Syarat tersebut cukuplah mudah. Ia harus memiliki kompetensi yang cukup yang berhubungan dengan keilmuannya dan yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Andaikata seseorang telah paham inti darikeilmuannya dan mampu menerapkan inti keilmuan tersebut untuk memecahkan banyak sekali soal yang berhubungan denga keilmuannya, maka inipun sudah cukup. Apalagi juga orang tersebut juga paham dasar-dasar pendidikan, yaitu tentang perangkat pengajaran seperti kurikulum, slabus dan rencana pengajaran, ataupun tentang metode pembelajaran seperti CTL, Cooperative Learning hingga Quantum, maka semua itu  sangat menunjang.
Seorang guru juga harus memiliki jiwa kreatifitas yang tinggi, karena jiwa kreatifitas disini akan mendorong dia untuk menemukan berbagai model pembelajaran baru yang cocok diterapkan di kelasnya. Dari jiwa ini ia akan mampu menemukan berbagai macam problem solving yang berhubungan dengan permasalahan siswa ketika berada di kelas, di sekolah, maupun di luar sekolah.  Kreatifitas ini akan membuat guru mampu menemukan cara mengajar yang baik, cara membuka kelas yang elegan, cara membuat dan melakukan assesmen yang praktis, cara memberikan tugas yang cantik namun tidak memberatkan, cara memimpin diskusi di kelas dan membuat anak-anak aktif menyampaikan ide mereka, cara memberikan reinforcemen pada anak, cara memberikan hukuman yang bijak dan banyak lagi lainnya. Kreatifitas yang dimiliki seorang guru akan membuat dia menjadi terlihat beda diantara guru yang lain, dan inilah yang akan membuat siswa selalu rindu untuk berjumpa dengan mata pelajarannya
Yang terakhir dari bekal yang harus dimiliki seorang guru adalah sifat ikhlas. Sifat ikhlas inilah yang jarang dimiliki guru dewasa ini. Ketika paham kapitalisme laku keras, maka dunia pendidikan terkena imbasnya. Demikian juga guru. Banyak sekali jiwa guru mulai terpengaruh paham ini sehinga niat mereka mengajar menjadi tidak tulus. Banyak diantara mereka merasa apa yang mereka sampaikan tidaklah setimpal dengan gaji yang mereka terima, sehingga akibatnya ketika mereka berada di kelas mereka tidak allout. Kadang mereka menyampaikan materi tapi tidak dengan sepenuhnya. Tujuannya adalah agar sebagian dari materi ini dapat mereka sampaikan di les. Dengan memberikan les, mereka dapat tambahan penghasilan. Perubahan paradigma ini jelas meresahkan. Dengan adanya perubahan ini, kualitas pembelajaran menjadi berkurang. Semangat dan motivasi kelas juga melemah. Dan ini semua terjadi karena guru melupakan aspek yang sangat penting dalam hidup mereka yaitu aspek ikhlas. Andaikata guru ikhlas mengajar, maka keikhlasan ini akan memberikan semangat yang tanpa batas pada guru untuk berusaha keras membuat anak didik mereka paham akan materi yang disampaikan. Semangat keikhlasan ini akan mampu meluluhkan hati dan jiwa keras anak didik mereka. Apalagi jika ditambah dengan kemauan guru untuk mendoakan anak didik mereka untuk sukses, maka aspek spiritual ini menjadi penyempurna kelebihan guru. Guru akan terlihat bercahaya dan berwibawa.   Salakan, 18 Mei 2013

Selasa, 14 Mei 2013

Sifat Sifat Nabi Muhammad yang Patut diContoh

Shiddiq

Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.
Mustahil Nabi itu bersifat pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya.

ÙˆَÙ…َا ÙŠَنطِÙ‚ُ عَÙ†ِ ٱلْÙ‡َÙˆَÙ‰ٰٓ

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.

Ø¥ِÙ†ْ Ù‡ُÙˆَ Ø¥ِÙ„َّا ÙˆَØ­ْÙ‰ٌۭ ÙŠُوحَÙ‰ٰ

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” [An Najm 4-5]

Amanah

Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.
“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al A'raaf 68]
Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……
Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima.
Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.

Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

Ù„ِّÙŠَعْÙ„َÙ…َ Ø£َÙ† Ù‚َدْ Ø£َبْÙ„َغُوا۟ رِسَٰÙ„َٰتِ رَبِّÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَØ£َØ­َاطَ بِÙ…َا Ù„َدَÙŠْÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَØ£َØ­ْصَÙ‰ٰ ÙƒُÙ„َّ Ø´َÙ‰ْØ¡ٍ عَدَدًۢا

“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
karena telah datang seorang buta kepadanya” ['Abasa 1-2]
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)
Sebetulnya apa yang dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena itulah Allah menegurnya.
Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.
Tidak mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.

Fathonah

Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.
Apalagi Nabi mampu mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa.
Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.

Sifat-sifat utama Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani


Sifat-sifat utama Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani
Tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.”  (Quran s. al- Anbiya : 107)
Peribadi Nabi Muhammad s.a.w. sungguh menarik hati seluruh manusia yang mengakui kebenaran, keperibadian Rasulallah jelas diterangkan dalam al-Quran antaranya Allah berfirman yang bermaksud:
Maka disebabkan rahmat dari Allah (kepadamu Muhammad s.a.w) , engkau telah bersikap lemah lembut kepada mereka. Kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari kamu. Oleh itu ma’afkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadap engkau, dan mohonlah keampunan bagi mereka, dan juga bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (permasaalahan keduniaan) itu. Kemudian setelah engkau berazam (untuk membuat sesuatu) maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakkal kepadaNya. (al-Quran s. Ali Imran: 159)
Ini salah satu sifat terpuji dari peribadi Nabi Muhammad s.a.w. diantara banyak lagi sifat terpuji yang dimiliki oleh Rasulallah s.a.w., sehingga menyebabkan baginda Nabi s.a.w. telah dapat membawa suatu perubahan yang luar biasa terhadap masyarakat ummat manusia, khasnya masyarakat Arab di zaman jahiliah
Kebiasaannya
Telah dikeluarkan oleh Ya’kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai bapa saudaraku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu dia memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata : Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirehat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.
Dalam riwayat lain, dikatakan bahawa dia tidak menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila dia melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga dia dapat membela kerananya. Dia tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila dia merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila dia marah dia terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila dia gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila dia ketawa, dia ketawa seperti embun yang dingin.
Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan bapa saudaraku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar beliau dan masuk beliau, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.
Keadaannya di rumah
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila dia berada di dalam rumahnya dibahagikan masanya tiga bahagian. Satu bahagian khusus untuk Allah ta’ala, satu bahagian untuk isteri-isterinya, dan satu bahagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bahagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam mahupun yang khusus, tiada seorang pun dibezakan dari yang lain. Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, dia selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama.
Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka dia akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, cuba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: “Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, nescaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat”, tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja. Dia tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majlisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ehwal agamanya.
Keadaannya di luar rumah
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Dia selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Dia senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang dia mengingatkan orang ramai, tetapi dia senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia.
Dia selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan. Dia senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.
Majlisnya
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majlis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahawa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majlis, atau bangun daripadanya, melainkan dia berzikir kepada Allah SWT Dia tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila dia sampai kepada sesuatu tempat, di situlah dia duduk sehingga selesai majlis itu dan dia menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majlisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya.
Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu maslahat, dia terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali. Dia tidak pemah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budi pekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Dia dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran , tidak berat sebelah. Majlisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.
Ketika bersama sahabat-sahabatnya
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Dia tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Dia tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala.
Apabila dia berbicara, semua orang yang berada dalam majlisnya memerhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila dia berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu bahasa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Dia tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan dia merasa takjub bila mereka merasa takjub. Dia selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi dia tetap menyabarkan mereka dengan berkata: “Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan mengherdiknya!”. Dia juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mahu memujinya pun, dia tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Dia tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah dia berbicara, atau dia menjauh dari tempat itu.
Ketika diamnya
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, iaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran.
Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Dia meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat
  1. Beliau biasanya memaafkan musuh dan para sahabat-sahabatnya yang menyakitinya. Di perang Uhud beliau berdoa untuk kaum kafir yang menyebabkan mulutnya berdarah “Ya Allah maafkan mereka yang tidak tahu”
  2. Beliau sangat penyantun. Beliau biasa memberi minum hewan piaraanya dengan ember dan menunggunya hingga selesai. Beliau membersihkan wajah dan mata kuda tungganganya.
  3. K etika dipanggil, beliau menjawab dengan berkata “labaik” (ya!) Beliau tidak pernah melangkahi orang lain. Beliau biasa duduk di kedua kakinya. Ketika menunggang hewan dan melihat ada orang yang berjalan, beliau mengajak orang itu menumpang di hewan tunggangannya.
  4. Beliau tidak memandang dirinya memiliki kelebihan dibanding lainnya. Ketika sedang berada dalam sebuah perjalanan bersama sahabat-sahabatnya mereka bermaksud memasak seekor kambing. Salah seorang di antara mereka memberikan kambingnya. Ada yang menawarkan diri mengulitinya. Ada yang menawarkan sebagai juru masak. Rasulullah SAW kemudian menawarkan dirinya mencari kayu bakar. Para sahabat berkata “Ya Rasulullah Anda duduk sajalah. Kami yang akan mencari kayunya.” Beliau menjawab “ya! saya tahu Anda semua siap melakukannya. Tetapi saya tidak ingin duduk-duduk saja sementara yang lain bekerja. Allah tidak suka kalau ada yang duduk-duduk saja sedang yang lain bekerja. ” Beliau lalu berdiri dan pergi mencari kayu bakar.
  5. Ketika beliau mengunjungi sahabat-sahabatnya beliau tidak selalu duduk di bagian depan. Beliau mencari tempat yang kosong. Ketika beliau datang, sahabat-sahabatnya cepat-cepat berdiri. Beliau berujar “janganlah kalian berdiri untuk menghormatiku bersikaplah biasa seperti ketika kalian kedatangan orang lain. Saya seperti orang lain. Saya makan seperti yang lainnya. Sayapun duduk kalau lelah.”
  6. Seringkali nabi duduk di kedua lututnya. Beliau juga pernah berdiri menggunakan lututnya ketika memeluk menyambut sahabat-sahabatnya. Beliau tidak pernah membedakan makanan untuknya dan para pembantunya, demikian juga dalam hal berpakaian. Beliau sering membantu pelayannya menyelesaikan pekerjaan. Beliau tidak pernah menyumpahi atau menyakiti orang lain. Anas bin Malik, yang setia melayaninya berkata, “aku menjadi pelayan Rasulullah selama 10 tahun. Beliau membantuku lebih sering dibanding aku membantunya. Beliau tidak pernah memarahiku. Beliau tidak pernah berkata kasar kepadaku.”
  7. Beliau suka menambal sendiri pakaiannya yang sobek, memerah susu kambingnya, dan memberi minum hewan piaraannya. Beliau sering membawa barang-barang belanjaan sendiri ke rumahnya. Dalam perjalanan, beliau sering memberi makan hewan tunggangannya. Kadang-kadang beliau melakukannya sendiri dan kadang-kadang dilakukan oleh pelayannya.
  8. Ketika beliau dipanggil dengan sebutan pelayan oleh seorang pelayan, sebuah kebiasaan di Madinah, beliau lalu berjalan dengan pelayan itu beriringan.
  9. Beliau sering mengunjungi orang yang sakit dan menghadiri pemakamannya. Untuk menggembirakan hati si sakit, beliau mengunjunginya meskipun si sakit kafir atau munafik.
  10. Setelah beliau melaksanakan sholat subuh di Masjid, beliau menghampiri para sahabatnya sambil berkata: “Adakah yang sakit? Bila ada mari kita mengunjunginya.” Kemudian beliau juga berkata:”adakah yang meninggal?Bila ada mari kita membantunya.”Kemudian beliau sering juga berkata:”adakah di antara kalian yang bermimpi sesuatu? Bila ada mari kita tafsirkan mimpinya.” Bila ada yang meninggal beliau membantu menyiapkan pemakamnnya dan menyolatkannya serta menghadiri pemakamannya.
  11. Ketika beliau tidak melihat sahabat-sahabatnya selama tiga hari beliau akan menanyaknnya. Bila sahabatnya itu sedang bepergian beliau mendoakannya, atau bila sahabatnya ada di kotanya beliau akan mengunjunginya.
  12. Beliau selalu mendahului menyambut orang lain yang dijumpainya.
  13. Beliau suka mengendarai unta, keledai, dan kadang-kadang mengajak orang lain menunggang bersamanya.
  14. Beliau suka melayani tamunya dan para sahabatnya dan beliau menyatakan: “orang yang paling dekat dengan masyaraktnya adalah orang yang selalu melayani orang lain.”
  15. Tidak seorang pun pernah menyaksikan beliau tertawa terbahak-bahak. Beliau suka tersenyum kecil. Kadang-kadang gigi depannya tampak ketika beliau tertawa.
  16. Beliau selalu tampak hati-hati dan cermat. Beliau suka berbicara pelan-pelan. Beliau biasa memulai pembicaraan dengan senyum.
  17. Beliau tidak pernah berbicara yang mubazir atau tanpa keperluan. Bila beliau memerlukan sesuatu beliau akan berbicara dengan singkat dan jelas. Terkadang beliau mengulangi pembicaraan sampai tiga kali agar bias dipahami.
  18. Beliau biasa bercanda dengan orang-orang asing, orang yang pernah dikenalnya, anak-anak, wanita tua, dan wanita yang menjadi mahramnya (yang tidak boleh dinikahi). Namun demikian, hal itu tidak membuatnya lupa kepada Allah.
  19. Tak seorang pun sanggup melihatnya berlama-lama karena kemulyaannya. Bila seseorang melihatnya, ia pasti mulai berkeringat. Beliau sering berkata janganlah engkau ..dirimu! saya bukanlah raja. Saya bukanlah penjahat. Saya adalah anak dari seorang wanita dan saya juga makan daging kering.” Sehingga orang lain hilang kekuatirannya dan menjelaskan masalah yang dihadapinya.
  20. Beliau tidak memiliki pengawal atau penjaga. Setiap orang dapat menemuinya dan mengutarakan masalahnya.
  21. Beliau sangat pemalu. Beliau biasa memperhatikan wajah orang yang mengajaknya berbicara.
  22. Beliau tidak pernah mempermalukan orang akibat kesalahannya. Beliau tidak pernah mengeluhkan orang lain. Kalau beliau tidak senang dengan kata-kata atau perbuatan orang lain maka beliau berkata: “heran koq ada orang yang kelakuannya seperti itu.”
  23. Meskipun beliau orang yang memiliki keutamaan, beliau berkata: “Di antara kalian akulah orang yang paling paham tentang Allah dan paling takut kepada-Nya. Bila kalian tahu apa yang aku ketahui maka kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
  24. Hatinya sangat mulya dan memiliki keberanian. Di perang Hunain, banyak tentara Muslim lari mengumpulkan harta rampasan perang. Akibatnya di sekitar beliau hanya tinggal beberapa orang saja. Selanjutnya pasukan musuh menyerang secara tiba-tiba dan mereka mengelilingi Rasulullah. Namun Rasululllah tidak bias ditaklukan.