Rabu, 18 Oktober 2017

Selasa, 17 Oktober 2017

Perubahan Diri

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh

Pernahkah Anda berpikir, sejauh mana perubahan dari tahun ke tahun? Bandingkan diri anda saat ini dengan 5 tahun ke belakang.

Adakah perubahan berarti dalam hidup Anda?

Saya tahu, Anda ingin berubah, ingin menjadi lebih baik. Buktinya Anda bergabung dengan mailing list Zona Sukses atau Motivasi Islami, itu karena Anda ingin berubah.

Begini cara berubah ..

"Jika Anda Bisa Mengubah Pikiran Anda, Maka Anda Bisa Mengubah Hidup Anda." — William James

Jadi kunci mengubah diri Anda, pencapaian Anda, dan hidup Anda, semuanya berawal dari pikiran Anda. Ubahlah pikiran Anda, maka yang lainnya akan berubah.

Jika Anda ingin berubah, namun masih ada saja yang mengganjal, sehingga tidak juga terjadi perubahan. Mungkin, pikiran Anda masih terjebak dengan cara berpikir lama.

Kondisi pikiran yang menentukan hidup kita adalah kondisi pikiran bawah sadar, yang tentu tidak kita sadari.

Lalu, bagaimana cara mengubah pikiran bawah sadar menjadi lebih baik?

KLIK:
http://www.zonasukses.club/berubah
Kirimkan Komentar yang membangun

Rabu, 27 September 2017

pelajaran untuk kita musllim

AJARKANLAH KEPADA DIRI SENDIRI,
Anak-anak dan cucu Anda
1. Tidur Dalam Keadaan Wudhu
2. Tidur ke Arah kanan
3. Tidur dengan niat untuk bangun solat malam
4. Mengucap Kalimah Syahadat
5. Menghayati Pembacaan Ayat Kursi
6. Melafadzkan Sholawat 10x
7. Membaca Surat Al Fatiha 4x
8. Membaca Surat Al Ikhlas 3x
9. Mengucap Istigfar
10. Memaafkan Semua Orang Sebelum Tidur
Kirimkan kepada kawan-kawan sebagai sedekah jariyah kita (amalan yang tidak pernah putus)
Jika ada orang yang menerima dan mengamalkannya,mengajarkan pada orang lain, anda akan menimba pahala sebagai ilmu yang bermanfaat, yang dapat membantu kita di akhirat kelak.
copas ustazah Oki

Kirimkan Komentar yang membangun

Kenapa JOKOWI MAU Jadi Presiden ? Ceramah Ustadz Abdul Somad TERBARU di ...

Kirimkan Komentar yang membangun

Selasa, 15 Agustus 2017

Ikhlas;

 Salah Satu Kunci Menjalani Hidup

Hidup memang tak selalu diisi dengan keceriaan. Air mata akan selalu menjadi bagian dari umat ciptaan Ilahi. Pada saat kita diuji dengan tangisan, mungkin di seberang sana sahabat kita justru tengah riuh dengan gelak tawa. Namun, apa yang terjadi beberapa waktu kemudian?

Ya, kita pun mendapat giliran untuk turut menikmati tertawa itu. Menikmati betapa bahagianya menjalani hidup setelah begitu banyak airmata yang terkuras.

Sebaliknya sahabat kita yang tertawa di ujung sana, saat ini sedang berusaha bersabar, menghadapi ujian berupa musibah dari Sang Maha Empunya diri tersebut. Tak ada lagi tawa riang yang waktu itu selalu mengisi hari-harinya. Yang terlalu ditonjolkan adalah wajah yang muram durja.

Begitulah, alur hidup manusia. Semua secara bergiliran menghampiri diri kita. Kadang, kita diuji dengan kenikmatan, kadang diuji dengan musibah. Keduanya tak akan kekal menghampiri setiap anak adam. Apa makna tersirat dari peristiwa tersebut?hanya mereka yang memiliki keimanan yang tangguh yang dapat bersabar  meniti kehidupan di dunia ini. Mereka yang  yakin bahwa Sang Pencipta selalu ada dalam setiap langkah hidup-Nya.

Pasti telinga kita tak akan asing dengan kalimat , “roda ini berputar, kadang di atas, kadang di bawah
Dalam Alquran surat Albaqarah:155-156, dituliskan:
           
           “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.


Dalam pemikiranku, ikhlas merupakan salah satu kunci agar kita dapat menjalani hidup ini dengan sempurna, meski diterpa dengan musibah yang menguras tangis airmata. Tak ada kata yang lebih bijak daripada ikhlas. Ikhlas, ikhlas dan ikhlas. Mudah memang mengucapkannya, namun mengaplikasikannya dalam tiap diri tak semudah membalikkan telapak tangan. Tak segampang ketika kita menggerakkan bibir kita sehingga terdengar kata ;“harus ikhlas !”

Tapi, meski kita mati-matian tak ingin “ikhlas” dengan keadaan itu, toh keadaan yang telah menyapa kita itu tak akan bisa berubah. Masihkah kita tak ingin “ikhlas” dengan kondisi tak menyenangkan itu?

Jawabannya tentu ada pada setiap diri. Semua pilihan ada di tangan kita sendiri. Life must go on, friends:).Hidup harus terus berjalan, sobat!
Kirimkan Komentar yang membangun

Al-Qur'an Itu Pedoman, Bukan Pajangan


Oleh : Dwi Rizka Maulia
Al Qur'an merupakan kalam Allah SWT yang di turunkan melalui Nabi Muhammad SAW untuk menjadikan nya sebagai petunjuk hidup umat manusia. Al Qur'an menjadi kitab terakhir yang di turunkan Allah sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Dan tak akan ada seseorang yang mampu membuat satu ayat yang menyerupai ayat Al-Qur'an.
Allah hadirkan petunjuk berupa Al - Qur'an agar manusia tidak tersesat dari jalan-Nya, maka bagi siapa yang menerapkan Al-Qur'an dalam kehidupannya, Allah menjamin hidupnya akan berada di dalam kebenaran
Mengutip perkataan Prof. Dr. Quraish Shihab, "untuk menjadikan Al-Quran sebagai jalan untuk mengenal diri maka kita harus “membumikan al-qur’an” artinya kandungan yang ada dalam Al-Quran kita aplikasikan dalam kehidupan nyata".
Ironisnya, banyak diantara kita yang untuk sekedar membaca Al-Quran saja masih terasa berat, apalagi menyelami isi kandungannya. Kita lebih antusias membaca majalah, surat kabar dan buku bacaan lainnya dibanding membaca Al-Quran. Akan tetapi kita jarang sekali menyentuh dan membaca Al-Quran yang jelas-jelas mendatangkan pahala dan rahmat dari Allah SWT. Kita biarkan Al-Quran di letakan dilemari atau rak buku. Lusuh dan berdebu. Pertanda bahwa Al-Quran jarang di sentuh, apalagi dibaca.
Andai kita tahu apa yang dijanjikan Rasulullah SAW. tentang pahala membaca Al-Quran, pastilah kita tidak akan menyia-nyiakan nya. Sesuai dengan hadis Nabi yang menggambarkan pahala membaca Al-Quran.
"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, maka baginya kebaikan dengan satu huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan bahtwa alif, lam dan mim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (H. R. Tirmidzi)
Luar biasa! Bagaimana tidak, membaca satu huruf dalam Al-Quran bernilai sepuluh buah pahala. Maka andaikan kita membaca alif lam mim, maka kita akan mendapat tiga puluh pahala disisi Allah SWT. Lalu berapa huruf dalam kalimat basmalah, dalam surat alfatihah dan seluruh Al-Quran?
"Saya masih belum lancar membaca Al-Quran. Saya masih terbata-bata" barangkali ini yang terlontar dari kita. Jangan khawatir. Allah SWT tetap menganugerahkan pahala bagi kita yang belum lancar atau terbata-bata bahkan belum bisa membaca Al-Quran selama masih berusaha dan tetap belajar membacanya.
Oleh karena itu, mari kita senantiasa membasahi bibir ini dengan membaca Al-Quran dan menyelami maknanya, dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Agar keistimewaan Al-Quran tidak hanya pada ritme, huruf dan nada bacaannya saja. Tetapi keistimewaan Al-Quran juga merasuk ke dalam jiwa dan menjadi jalan bagi kita untuk mengenal diri.sumber :voa-islam.com #hafizdweb.blogspot.com
Kirimkan Komentar yang membangun