Selasa, 23 Juli 2013

Hikmah Puasa

Rumah sakit adalah teguran iman kita yg kendur

Tatkala iman mengendur,amalan-amalan yaumi yang kita lakukan seolah serasa hanya sebuah kewajiban semata.

Shalat 5 waktu seolah sebuah setoran,tilawah Alqur’an dibaca beberapa ayat saja,Puasa sunnah hampir tak pernah ,

tidur di rumah lebih disukai ketimbang ikut kajian di kampus padahal nikmatnya iman terasa ketika kita begitu mencintai amalan- amalan ini,merindukan suasana dekat dengan Allah dan begitu sedih ketika terlewatkan tak mengerjakannya.

Sore ini saya,mbak uli dan mbak iva berkunjung lagi ke Rumah sakit menjenguk orangtua akhwat.

Hampir 1 bulan yang lalu saya kesini dalam hal yang sama artinya telah sebulan beliau koma.

Rasanya saya hanya bisa mendoakan beliau semoga diberi kesembuhan dan cepat sadar,melihat kondisi beliau
dengan selang infus dimana-mana,badan pucat rasanya airmata ini tak hentinya berdoa,hati ini terus berucap:
Betapa Kuasa nya Engkau Wahai Allah.belum lagi di ruang ICU lain yang dapat kami lihat,sahabat-sahabat yang sedang berjuang hidup,ada yang nafasnya tersengal-sengal,ada yang baru habis kecelakaan bahkan yang dipanggil Allah saat itupun banyak.

Yang paling membuat saya tergugu adalah saat saya shalat di masjid RSSA malang,rasanya airmata ini tidak hentinya
menangis kala mendengar imam memimpin 1 do’a yang
sama,do’a meminta kesembuhan dan ketabahan.ya,saya mendengar banyak tangisan disini,tangisan penuh takut dan
harap.

Ada banyak hal yang sebenarnya mampu menggugah kita untuk memperbaiki diri,banyak sekali peristiwa yang Allah
sajikan untuk mengingatkan manusia.

Sayang,banyak kita kurang jeli melihat suatu teguran ini.

Banyak dari kita masih suka menunda waktu shalat,keasyikan ber chating ria hingga lupa tilawah,jika ini terjadi.ayo kawan segera kita amputasi kesalahan dan dosa kita.

saya yakin kita tidak mau terus berlarut
dalam genangan dosa.ayo menyegerakan meminta dan mencari nasihat,kita bisa mendapatkannya dengan ziarah kubur,berkunjung ke Rumah sakit.

karena,kita tidak akan pernah tahu,kapan kita kehilangan kesempatan untuk
memperbaiki diri..

Bukankah gunung yang tinggi terbentuk dari batu-batuan yang kecil

Bukankah dosa kecil yang bertumpuk akan menjadi dosa-dosa besar pula

Insya Allah bermanfaat..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar