Rabu, 10 Desember 2014

suara hati......

hati yang keras tak tersentuh saat mendaras Al-Qur'an | hati yang keras tampak dalam perbuatan dan lisan
hati yang lembut bertambah takut saat membaca Al-Qur'an | hati yang lembut bagi istri dan anak jelas membahagiakan

akal yang selamat bertambah taat saat menelaah Al-Qur'an | akal yang selamat selalu akan hadirkan pencerahan

akal yang mulia beroleh karunia dengan Al-Qur'an | akal yang mulia tenang dalam berbuat santun dalam lisan

tiada sia-sia kata-kata yang dimuati Al-Qur'an | tiada dusta bila berdasar sabda Nabi junjungan

semua perkataan manusia pada hakikatnya adalah mudharat | jauh dari kebenaran selama tidak menetapi syariat

perbanyak pelajari Al-Qur'an dan Hadits setiap masa | karena lisan hanya mengeluarkan yang tersimpan dalam kepala

dengan Al-Qur'an dan Hadits, bicaranya manfaat diamnya taat | jauh dari Al-Qur'an dan Hadits, bicaranya mudharat diamnya khianat

 sekedar pengingat bagi jiwaku, sabda Nabi saw | "sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain" (HR Muslim)

sejenak rehat bagi pikiranku | "tiap yang bernyawa pasti merasakan mati" | dan tiada tinggal, kecuali lisan dan tulisan dalam ingatan

selintas penyejuk hatiku | rezeki itu mengejar sebagaimana ajal mengejar, takkan selesai hidup sebelum tertunai sempurna jatahnya

sekedar penghibur diri | bahwa Allah pasti menepati janji-Nya, bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Menyaksikan, Maha Murah pada hamba-Nya

 orang dulu bilang "agama jangan cuma di KTP" | sekarang agama di KTP saja dipermasalahkan.. -__-

katanya "menikah nggak mesti sama Muslim, pemimpin nggak wajib Muslim, masuk surga nggak cuma Muslim" | terus kenapa kamu masih Muslim?

zaman edan, maksiat harus ditoleransi, kalau nggak dibilang ISIS | zaman edan, kesalahan dianggap wajar, kalo nggak diklaim wahabi

dulu ada Natsir, dulu ada HAMKA yang bersiteguh memperjuangkan syariat Islam | sekarang ulama mana yang pemberani lagi selantang mereka?

akhirnya hanya bisa kembali lagi meyakini satu ayat dalam pembukaan Al-Qur'an | di dunia semua bisa ngeles, tapi Allah "Maliki Yaumiddin"

alhamdulillah, sampai sore ini kami masih bangga dengan Islam | bersyukur pada-Mu atasnya, dan mengiba agar Islam tetap di jiwa kami..

 Allah Ta’ala Mengharamkan Zina dan Sebab-Sebab yang Mengarah Kepadanya

Kaidah syari’at yang suci menegaskan bahwa ketika Allah Ta’ala mengharamkan sesuatu, maka Dia juga mengharamkan sebab-sebab, jalan serta wasilah yang mengarah kepadanya. Hal ini untuk mewujudkan maksud

dari pengharaman sesuatu tersebut, mencegah agar tidak sampai kepadanya atau mendekatinya. Disamping menjaga agar tidak terjadi perbuatan dosa serta ke-madharat-an yang menimpa individu ataupun masyarakat.

Sekiranya Allah Ta’ala mengharamkan sesuatu, namun membolehkan wasilah yang mengarah ke sana, niscaya akan terjadi kontradiksi atas pengharaman tersebut. Sangat mustahil syari’at Rabb semesta alam mengandung unsur seperti itu.

Perbuatan zina adalah kekejian yang besar, sangat buruk, dan sangat berbahaya terhadap kewajiban-kewajiban agama. Oleh karenanya, pengharaman zina telah diketahui dalam agama secara pasti. Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa: 32).

Oleh karenanya, Allah Ta’ala mengharamkan sebab-sebab yang mengarah kepada perbuatan zina seperti ikhtilath (campur baur antara laki-laki dengan perempuan, red.), perempuan yang menyerupai laki-laki maupun sebaliknya, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan keraguan, fitnah, dan kerusakan.

Renungkanlah rahasia agung yang terkandung dalam rahasia-rahasia dan mukjizat Al-Qur’an

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar